13 Foto Nyata yang Heboh di Internet

[Kadal Spiderman] Look Now !

PASANG IKLAN ANDA DISINI [SPACE ADS]

Hanya 10.000 Rupiah/Bulan (Hub : 087754543810)

Kumpulan Foto - Foto Lucu Super Gokill !!!

Lihat Gambar Lainnya Sekarang Juga, Cekidotbrot Gan ! :D

PASANG IKLAN ANDA DISINI [SPACE ADS] GRATIS / FREE !!!

Pasang Iklan Gratis Disini Hub : 087754543810

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Orang Tua dan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orang Tua dan Anak. Tampilkan semua postingan

Juni 28, 2012

Cara Menyelesaikan Masalah dengan Kekasih Tanpa Bertengkar

img

Jakarta - Setiap hubungan pasti memiliki masalah. Ada pasangan yang bisa menyelesaikan masalah mereka secara baik-baik, namun ada juga malah jadi bertengkar hebat.

Membicarakan sebuah masalah secara sehat memang bukanlah hal yang mudah, apalagi dalam keadaan emosional. Untuk itu simaklah tips berikut ini bagaimana cara menyelesaikan masalah dengan kekasih tanpa harus bertengkar.

1. Fokus Pada Permasalahan
Anda dan pasangan harus fokus pada pokok permasalahan. Hindari membahas masalah-masalah terdahulu. Hal itulah yang memicu pertengkaran hebat.

2. Berhenti Berbicara Ketika Mulai Emosional
Ketika suasana mulai memanas, lebih baik berhentilah berbicara. Anda bisa mengambil jeda beberapa jam, lakukan hal lain terlebih dahulu. Penelitian telah membuktikan, semakin banyak waktu untuk sendiri maka Anda dan kekasih bisa sama-sama tenang. Setelah Anda merasa lebih baik, lanjutkan obrolan dan masing-masing harus mendapatkan poin yang jelas.

3. Biarkan Dia Tahu Anda Mendengarkannya
Ketika menyelesaikan masalah, jangan memperlihatkan keegoisan Anda, meski pun Anda merasa sangat benar. Biarkan dia tahu bahwa Anda mendengarkannya dengan mengatakan bahwa Anda mengerti maksudnya, tapi Anda berpikiran berbeda. Pertengkaran bisa terjadi karena satu pihak merasa dia tidak didengarkan.

4. Perhatikan Bahasa Tubuh
Bahasa tubuh yang salah dapat memancing argumen. Meskipun Anda merasa kesal, tetaplah perhatikan bahasa tubuh Anda. Saat berbicara tataplah matanya serta bahu dan lutut yang menghadapnya. Sikap tubuh tersebut merupakan sinyal bahwa Anda ingin menyelesaikan masalah secara baik-baik.

sumbernya bro...

Juni 26, 2012

6 Topik Terlarang untuk Dibicarakan dengan Orangtua Kekasih

img
Dok. Thinkstock
Jakarta - Pertama kali bertemu orang tua kekasih, pasti akan merasakan gugup. Hindari percakapan yang bisa membuat suasana tambah canggung. Cari topik sederhana yang bisa membuat Anda lebih akrab dengan orang tua si dia.

Untuk itu, ada beberapa hal yang tidak perlu dibicarakan kepada orang tuanya agar tidak menimbulkan kesan buruk. Apa saja? Simaklah enam percakapan 'terlarang', seperti dikutip dari All Women Stalk.

1. Pernikahan
Jangan membahas pernikahan ketika pertama bertemu orang tua si dia. Ingat, Anda baru saja memperkenalkan diri dan meminta izin untuk menjalin hubungan dengan sang kekasih. Daripada membicarakan pernikahan, sebaiknya dekatkan diri Anda dengan orang tua pasangan. Cari informasi mengenai hobi orang tuanya atau seputar kehidupan pasangan supaya obrolan semakin berkembang saat pertemuan-pertemuan selanjutnya.

2. Agama
Agama merupakan salah satu pembicaraan sensitif yang bisa menimbulkan masalah. Hindari membicarakan agama kalau ingin dekat dengan orang tua pasangan. Biarkan mereka tahu kepribadian Anda terlebih dahulu. Setelah beberpa kali bertemu dan sudah semakin akrab baru Anda boleh membahas seputar agama dengan mereka.

3. Kebijakan Keluarga Pasangan
Pada awal bertemu, Anda juga tidak perlu mendebatkan soal peraturan keluarga pasangan. Entah aturan rumah yang ketat atau bebas. Hal itu tidak penting dibahas agar tidak terkesan terlalu ingin tahu kehidupan pribadi mereka.

4. Cucu
Tidak penting membicarakan cucu saat mengobrol dengan orang tua si dia. Setiap orang tua pasti mengharapkan cucu dari buah hatinya. Namun, topik mengenai cucu pantas Anda perbincangkan ketika sudah menikah dengan pasangan. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari topik tersebut.

5. Mengomentari Rumah Pasangan
Jangan mengomentari rumah pasangan di hadapan orang tuanya kalau Anda belum dekat dengan mereka. Lebih baik cari bahasan umum yang bisa membuat mereka semakin terbuka dan senang dengan Anda. Sadarlah, Anda baru saja masuk ke dalam keluarga kekasih dan belum mengenal baik kepribadian orang tuanya. Berkomentar tentang cara mereka menata rumah, sama saja mencampuri urusan rumah tangga keluarga pasangan.

6. Pendapat Negatif tentang Suatu Hal
Saat baru pertama kali dikenalkan, jangan memberikan komentar yang negatif terhadap suatu hal. Kendalikan pikiran agar bisa positif. Anda belum mengerti kepribadian orang tua si dia. Maka dari itu, jaga citra diri sebaik mungkin supaya tidak menimbulkan kesan buruk di mata mereka.

sumber

Juni 20, 2012

Menyelipkan Sayuran ke Makanan Anak Bukan Ide yang Baik

img
Jakarta, Menyelipkan sayuran ke dalam adonan kue agar anak akrab dengan rasa sayuran, ternyata bukan tindakan yang tepat. Hal tersebut akan membuat anak cenderung meninggalkan sayuran di kemudian hari.

Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa kemasan makanan mempengaruhi orang dalam hal memilih makanan tertentu dan seberapa enak rasa makanan didalamnya sebelum Anda memutuskan untuk membelinya.

Beberapa studi telah menunjukkan, bahwa anak-anak lebih menyukai makanan yang dikemas dalam kemasan bergambar kartun daripada makanan dalam kemasan yang polos. Hal inilah yang melatarbelakangi studi untuk menentukan bagaimana label sayuran yang tersembunyi dalam makanan dapat mempengaruhi persepsi rasa pada anak-anak.

Para peneliti menyediakan dua jenis makanan yang sama-sama mengandung sayuran tapi yang satu disertai label sayuran pada kemasannya, sedangkan yang lain tidak. Anehnya, anak-anak lebih memilih makanan yang tanpa ada label sayuran dalam kemasannya.

Ini adalah temuan yang tak terduga, karena anak-anak secara teoritis mengatakan bahwa makanan terasa lebih enak tanpa sayur. Hal ini akan membuat anak semakin tidak menyukai sayuran yang disajikan secara langsung di kemudian hari.

Jika Anda berpikir anak Anda membutuhkan nutrisi sayuran, mungkin cara yang terbaik adalah dengan mengenalkannya secara langsung melalui menu makan sehari-harinya. Berusahalah menawarkan sayuran dalam bentuk aslinya tanpa perlu dicampur dengan kue untuk mengajarkan kebiasaan makan sehat pada anak Anda.

Anak-anak belajar dengan mencontoh kebiasaan makan orangtuanya, orangtua yang membiasakan diri makan sayuran merupakan cara terbaik untuk mendidik anak untuk menyukai sayur.

Penelitian ini dilakukan oleh peneliti di University of Vermont dan Columbia University yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition Education and Behavior, seperti dilansir dari thedoctorwillseeyounow, Senin (11/6/2012).

sumber

Cinta Kasih Ayah Lebih Penting untuk Perkembangan Anak

img
Jakarta, Kebanyakan orang berpikir bahwa cinta dan perhatian seorang ibu saja sudah cukup untuk merawat dan membesarkan anak. Tetapi ternyata cinta seorang ayah juga tidak kalah pentingnya bagi perkembangan anak.

Peneliti melakukan studi terhadap lebih dari 10.000 putra dan putri yang mengungkapkan bagaimana seorang ayah yang tinggal jauh dari keluraga atau bersikap dingin terhadap anaknya dapat merusak kehidupan anak.

Tinjauan dari 36 penelitian yang telah dilakukan di seluruh dunia menyimpulkan bahwa cinta seorang ayah terhadap anak-anaknya sama pentingnya dengan cinta seorang ibu.

Peneliti Profesor Ronald Rohner menyatakan bahwa cinta ayah merupakan kunci perkembangan anak dan berharap temuannya akan memotivasi lebih banyak ayah untuk terlibat dalam merawat anak-anaknya.

"Selama ini seorang ayah berpikiran bahwa posisinya dalam merawat anak adalah sebagai dukungan secara finansial terhadap keluarganya, tetapi hal ini tidak diperlukan untuk perkembangan sehat anak-anak," kata Profesor Rohner seperti dilansir dari dailymail, Kamis (14/6/2012).

Anda harus mulai menjauhi pikiran yang salah tersebut dan menyadari pengaruh ayah terhadap perkembangan anak sangat besar, bahkan terkadang lebih besar daripada ibu. Kesimpulan ini disampaikan setelah Profesor Rohner memeriksa data dari studi ketika anak-anak dan orang dewasa diberi pertanyaan seberapa besar rasa cintanya terhadap orang tuanya.

Berdasarkan jawaban peserta penelitian tersebut, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa orang yang kurang dekat dengan ayahnya sejak kecil memiliki perasaan lebih cemas, tidak aman, temperamental dan agresif.

Banyak masalah perilaku karena pengaruh ketidakdekatan anak dengan ayahnya tersebut yang terbawa ke masa dewasa. Penelitian ini kemudian diterbitkan dalam jurnal Personality and Social Psychology Review.

Cinta seorang ayah sama pentingnya dengan cinta seorang ibu, bahkan pada beberapa kasus mungkin cinta ayah lebih penting. Salah satu alasannya mungkin adalah anak lebih menghormati dan lebih segan terhadap sosok seorang ayah.

Sehingga jika ayah tidak berusaha dekat dengan anaknya dan malah bersikap dingin, hal ini akan lebih menyakitkan bagi kesehatan mental dan psikologi anak. Sikap penolakan oleh ayah di masa kecil memiliki efek yang kuat dan konsisten pada pembangunan kepribadian seseorang.

"Anak-anak yang merasa tidak dicintai cenderung menjadi cemas, tidak aman, memicu kemarahan dan kebencian serta dapat menyebabkan anak menutup diri secara emosional dalam upaya untuk melindungi diri dari sakit hati yang lebih lanjut," kata Profesor Rohner.

Hal ini dapat membuat anak kesulitan dalam bergaul dan membentuk hubungan dengan orang lain. Anak bisa menderita rendah diri dan kesulitan untuk menangani situasi stres. Tidak seperti sakit secara fisik, orang yang pernah memiliki masalah psikologis dapat menghidupkan kembali rasa sakit emosional akibat bahkan setelah bertahun-tahun.

sumber

Cara Menjadi Orangtua yang Sukses Mendidik Anak

img
Jakarta, Sifat dan perilaku seseorang telah terbentuk sejak anak-anak. Orangtua yang mampu mendidik anak-anaknya dengan baik, akan menghasilkan individu yang baik ketika dewasa.

Sebagai orang tua, Anda memiliki tanggung jawab yang besar terhadap masa depan anak Anda. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam mendidik anak.

Berikut 7 konsep praktis untuk menjadi orangtua yang sukses mendidik anak, seperti dilansir dari naturalnews, Senin (18/6/2012) antara lain:

1. Jadilah konsisten

Anak selalu ingin tahu hal-hal baru yang masih asing baginya dan akan menanyakan banyak hal kepada Anda. Sebagai orang tua, Anda harus konsisten terhadap jawaban Anda. Jangan sekali-kali menjadi orang tua yang plin-plan ketika menjawab pertanyaan anak yang dilontarkan berulang kali.

2. Tetapkan batas

Batasan disini dapat berupa peraturan maupun proteksi fisik terhadap anak. Menurut Jim Cunningham, seorang penulis, penelitian pengaruh pagar pembatas taman bermain di sekolah terhadap anak.

Ketika pagar dihilangkan, anak-anak cenderung cemas dan meras tidak aman dalam bermain. Ketika keesokan harinya pagar tersebut kembali di pasang, anak merasa aman kembali dan bermain dengan bebas di taman.

Sama seperti proteksi fisik tersebut, dalam hati anak juga merasa tidak ingin hidup di dunia tanpa batas. Anak-anak ingin orang tuanya menetapkan batasan untuk melindungi, memelihara dan membimbing dirinya hingga menjadi dewasa.

3. Jangan memaksa anak menjadi seperti diri Anda

Seringkali orang tua menganggap bahwa anak-anaknya merupakan versi kecil dari dirinya. Orang tua cenderung memperlakukan anaknya sesuai dengan apa yang diinginkannya ketika masih kanak-kanak.

Padahal anak Anda tentu berbeda dengan Anda ketika muda karena perbedaan generasi dan lingkungan juga yang mempengaruhi sifat anak. Harapan orang tua tersebut biasanya hanya mengarah pada kekecewaan karena tidak sesuai dengan bayangan Anda.

4. Mendorong perilaku positif pada anak

Orang tua hendaknya mencari tau hal-hal baik dan yang tidak pada anak. Kemudian Anda perlu mendorong perilaku positifnya dengan cara memberikan pujian dan sebagainya.

5. Memberikan sedikit hukuman terhadap kesalahan anak

Jika anak melakukan kesalahan sekali atau dua kali, Anda hanya perlu menasehatinya saja dan memberitahu hal yang benar. Tetapi jika kesalahan anak tersebut terus diulangi, Anda dapat memberikan sedikit hukuman yang sifatnya positif seperti mengurangi jam bermainnya di luar.

Hal ini akan membuat anak Anda berpikir ulang untuk melakukan kesalahan yang sama.

6. Jangan timbulkan kesenjangan antara kedua orang tua

Jika ibu mengatakan tidak dan ayah mengatakan iya, anak akan cenderung mendekat ke ayah karena mendapatkan apa yang diinginkannya. Orang tua harus sepaham dalam mengajar dan mendidik anak.

Tujuannya adalah agar tercipta kestabilan dalam keluarga. Ini mungkin sulit jika anak dihadapkan dalam situasi perceraian, tetapi demi anak-anak kedua orang tua harus mengesampingkan perbedaan dan sepaham.

7. Jaga perilaku Anda

Anak-anak cenderung megikuti perilaku orang tuanya. Jika Anda berbohong, menipu, mengumpat, mencuri, atau bahkan membuat pilihan gaya hidup yang tidak sehat, anak cenderung berpikir bahwa tidak apa-apa jika melakukan hal yang sama dengan orang tuanya.

sumber